Tradisi Sedekah Bumi Desa Bulu Tetap Lestari, Warga Padati Punden Sumur Kijeng

Foto: Kegiatan Bersih Desa yang digelar dengan penuh khidmat dan kebersamaan di Punden Sumur Kijeng Desa Bulu, Kecamatan Sugihwaras.

Wartabojonegoro, BOJONEGORO – Ratusan warga Desa Bulu, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro, memadati area Punden Sumur Kijeng dalam kegiatan Bersih Desa atau Sedekah Bumi yang digelar dengan penuh khidmat dan kebersamaan, Rabu (10/6/2026).

Tradisi tahunan tersebut menjadi wujud rasa syukur masyarakat atas hasil bumi yang diperoleh sekaligus upaya melestarikan warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Kegiatan diawali dengan doa bersama yang diikuti tokoh masyarakat, perangkat desa, serta warga dari berbagai kalangan. Selanjutnya, masyarakat membawa tumpeng dan berbagai hasil bumi untuk didoakan sebelum dinikmati bersama dalam suasana penuh kekeluargaan.

Kepala Desa Bulu, Wintono, mengatakan bahwa Sedekah Bumi bukan hanya tradisi seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan dan meningkatkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Melalui Sedekah Bumi ini, kami berharap masyarakat semakin rukun, kompak, dan selalu bersyukur atas rezeki yang diterima,” ujarnya.

Selain doa bersama dan kenduri, rangkaian acara Bersih Desa juga akan dimeriahkan dengan kirab budaya dan pertunjukan seni tradisional yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (11/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi hiburan sekaligus sarana pelestarian budaya lokal bagi masyarakat.

BACA JUGA  Tradisi Colok-Colokan Warnai Malam Songo di Desa Jatigede

Antusiasme warga yang hadir menunjukkan bahwa tradisi Sedekah Bumi masih memiliki peran penting dalam kehidupan sosial masyarakat pedesaan. Tradisi ini juga dikenal luas di berbagai daerah di Pulau Jawa sebagai ungkapan syukur atas hasil panen serta sarana memperkuat solidaritas sosial.

Acara Bersih Desa ini berlangsung tertib dan meriah hingga selesai. Warga berharap tradisi Sedekah Bumi dapat terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Desa Bulu.

Dengan semangat kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan tersebut, Sedekah Bumi di Desa Bulu tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga menjadi simbol rasa syukur dan upaya menjaga nilai-nilai budaya yang tetap hidup di tengah perkembangan zaman. (Srt/Red)

Back to top