Tradisi Colok-Colokan Warnai Malam Songo di Desa Jatigede

Wartabojonegoro, BOJONEGORO – Memasuki penghujung bulan suci Ramadan yang penuh berkah, malam ke-29 atau yang akrab disebut malam Songo, suasana di berbagai pelosok desa di wilayah Bojonegoro semakin meriah. Salah satunya adalah Desa Jatigede Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro, yang terlihat memukau dengan keindahan lampu colok-colok yang menghiasi setiap sudut desa. Rabu (18/3/2026)

Tradisi Colok-Colokan yang sudah ada sejak zaman nenek moyang ini semakin menguatkan rasa kebersamaan dan spiritualitas di antara warga. Lampu-lampu colok yang terbuat dari obor bambu tidak hanya berfungsi sebagai penerang jalan, tetapi juga memancarkan suasana syahdu dan religius yang menyelimuti perkampungan. Sinar lembut dari lampu-lampu tersebut terlihat menghiasi depan rumah warga dan sepanjang jalan, menciptakan pemandangan yang memukau hati.

“Menyalakan obor di malam ganjil terakhir Ramadan adalah simbol harapan untuk meraih keberkahan malam Lailatul Qadar,” ungkap Kastari, Kepala Desa Jatigede.

Ia menerangkan, tradisi ini adalah bentuk ungkapan syukur dan penyambutan yang hangat untuk menghadapi malam yang diyakini istimewa.

BACA JUGA  Tradisi Sedekah Bumi Desa Bulu Tetap Lestari, Warga Padati Punden Sumur Kijeng

“Ngobori jalan ini juga sebagai bentuk penghormatan kepada malaikat dan tanda telah berhasil melawan hawa nafsu sepanjang bulan suci ini,” tambahnya.

Tak hanya menghiasi rumah-rumah, lampu colok juga dipasang di area pemakaman keluarga. Hal ini dipercaya sebagai bentuk doa agar arwah para leluhur mendapatkan kemuliaan di penghujung bulan suci. Suasana haru dan sekaligus khidmat terasa di setiap titik, saat warga berkumpul, berdoa, dan saling mendoakan dalam kehangatan kebersamaan.

Tradisi Colok-Colokan ini, selain mempercantik penampilan desa, juga mempererat tali silaturahmi antar warga. Momen ini menjadi ajang bagi masyarakat untuk berinteraksi, bertukar cerita, serta berbagi kebahagiaan menyambut Idul Fitri yang kian dekat.

Dengan semangat kebersamaan dan kehangatan tradisi, warga Desa Jatigede menjadikan malam Songo tahun ini sebagai momen berharga, mengenang jasa para leluhur dan menyemarakkan hari-hari akhir Ramadan dengan penuh rasa syukur dan harapan. Mari kita lestarikan tradisi ini sebagai bagian dari warisan budaya bangsa yang tak ternilai. (Red)

Back to top