Wartabojonegoro, BOJONEGORO – Pemerintah Desa Wotan, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur sukses merampungkan pembangunan jalan rigid beton program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) tahun 2025.
Pembangunan jalan rigid beton dengan panjang 1130 meter, lebar 4 meter berada di dua dusun yakni Dusun Waton dan Dusun Tretek. Untuk Dusun Waton Panjangnya 925 meter. Jalan tersebut yang sebelumnya makadam, becek dan licin ketika musim penghujan. Dan 205 meter berada di Dusun Tretek.
Pembangunan infrastruktur ini telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, karena dapat memperlancar aktivitas. Selain meningkatkan konektivitas, pembangunan ini merupakan bukti keberhasilan pola kerja swakelola yang transparan dan akuntabel di tingkat desa.
Imam, petani yang setiap hari melintasi jalan tersebut menuju sawah. Menurutnya, pembangun jalan rigid beton di Dusun Waton ini sangat membantu petani menuju sawah maupun mengangkut hasil pertanian.
Apalagi, lanjut dia, dusun tersebut merupakan salah satu sentra pertanian di Desa Wotan. Selain itu, juga membuka konektivitas Dusun Bangkok dan Dusun Nglundo yang selama ini terkesan terisolir.
“Sekarang jalannya tidak licin dan tidak becek saat hujan. Panen jadi mudah diangkut kendaraan, biayanya jadi lebih murah,” ungkap warga RT 02 RW 01 Dusun Waton kepada wartabojonegoro Rabu (18/2/2026).
Senada disampaikan Wiwik, warga setempat, mengaku sangat terbantu dengan kondisi jalan rigid beton saat ini.
“Sekarang lebih mudah mengantar dan menjemput anak sekolah. Jalannya mulus dan nyaman ,” tuturnya.

Untuk menjamin knualitas dan ketepatan sasaran, Pemerintah Desa Wotan bersama Inspektorat Kabupaten Bojonegoro melakukan peninjauan langsung, Selasa (3/2/2026). Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa pengerjaan fisik telah memenuhi spesifikasi teknis yang ditetapkan.
Pj Kepala Desa Wotan, Kecamatan Sumberrejo M Erwan Yulianto, menegaskan keterlibatan masyarakat dalam Tim Pelaksana Kegiatan (Timlak) adalah kunci keberhasilan proyek ini.
“Kami berkomitmen mengelola dana BKKD dari Pemkab Bojonegoro secara swakelola dan transparan.” ujar Erwan
Mewakili masyarakat Desa Wotan, M Erwan menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Bojonegoro atas program ini, manfaatnya sangat dirasakan langsung oleh warga.
“Kami berharap program BKKD tahun 2026 dapat terus berlanjut untuk menuntaskan titik-titik infrastruktur desa lainnya.” Pungkasnya.
BKKD merupakan salah satu wujud nyata dari komitmen pemerintah daerah Bojonegoro guna meningkatkan kesejahteraan dan kemajuan desa agar pembangunan merata dan bisa dirasakan manfaatnya untuk masyarakat luas di seluruh Kabupaten Bojonegoro. Sesuai taglane, BOJONEGORO, MAKMUR, MEMBANGGAKAN. (Gus/Red)





