Tekan Serangan Hama, BUMDes Srisedani Bersama Petani Kedungprimpen Gelar Gropyokan Tikus

Wartabojonegoro, BOJONEGORO — Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Srisedani yang bergerak di bidang usaha pertanian bersinergi dengan kelompok tani Desa Kedungprimpen, Kecamatan Kanor, menggelar aksi gropyokan tikus secara serentak sebagai upaya menekan serangan hama tikus pada tanaman padi, mulai dari masa pembenihan hingga menjelang musim tanam, Rabu (8/7/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Desa Kedungprimpen, Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Kanor beserta staf, Babinsa, Bhabinkamtibmas, perangkat desa, pengurus areal Unit Usaha Pompanisasi, tiga ketua kelompok tani beserta anggotanya, serta puluhan petani penggarap sawah setempat.

Ketua Kelompok Tani Sidobeno, Sugadi, mengatakan peserta gropyokan dibagi menjadi empat kelompok yang masing-masing beranggotakan 10 orang dan ditempatkan di lokasi berbeda agar pengendalian hama dapat dilakukan secara menyeluruh.

“Setiap kelompok bergerak di titik yang telah ditentukan sehingga pengendalian hama dapat berlangsung lebih efektif,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, para petani menggunakan mesin pompa untuk mengeluarkan tikus dari sarangnya. Selanjutnya, tikus yang keluar ditangkap menggunakan alat setrum elektrik maupun tongkat kayu sederhana.

BACA JUGA  Berkunjung ke Gedongarum, Ketua TP PKK Bojonegoro Dorong Sukseskan Gayatri hingga Kawasan Anti Rokok

Sugadi mengungkapkan, dari kegiatan tersebut berhasil ditemukan dan dimusnahkan ratusan ekor tikus yang bersembunyi di lubang-lubang area persawahan.

Menurutnya, gropyokan serentak ini bertujuan menekan populasi tikus yang selama ini menjadi salah satu hama utama tanaman padi dan berpotensi menurunkan produktivitas hasil panen petani.

“Melalui kegiatan ini diharapkan serangan hama tikus dapat diminimalkan sehingga produktivitas dan hasil panen petani dapat meningkat,” tambahnya.

Sementara itu, PPL Desa Kedungprimpen, Gunawan, S.P, mengapresiasi keterlibatan tiga kelompok tani serta para petani penggarap sawah yang mendukung program pengendalian hama tikus di wilayah tersebut.

Menurut Gunawan, keberhasilan pengendalian hama tikus sangat bergantung pada kerja sama dan pelaksanaan secara serentak agar perpindahan hama ke wilayah lain dapat dicegah.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara berkelanjutan dan serempak di berbagai wilayah sehingga pengendalian hama tikus menjadi lebih efektif,” pungkasnya. (Red)

Back to top