Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro Minta Evaluasi Menu MBG Kering Selama Ramadan

Foto: Ahmad Supriyanto Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro

Wartabojonegoro, BOJONEGORO – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam bentuk menu kering selama bulan Ramadan menjadi sorotan publik. Perbincangan ramai di media sosial hingga pemberitaan media online menyoroti variasi menu, kandungan gizi, serta kewajaran porsi yang diterima para siswa penerima manfaat.

Menanggapi dinamika tersebut, Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Bojonegoro, Ahmad Supriyanto, meminta seluruh Kepala Satuan Penyelenggara Pangan dan Gizi (SPPG) di wilayah Bojonegoro segera melakukan evaluasi menyeluruh.

Menurutnya, evaluasi penting dilakukan agar pelaksanaan program tetap selaras dengan tujuan awal, yakni menjamin terpenuhinya asupan gizi yang layak bagi siswa, meskipun mekanisme distribusi dilakukan dalam bentuk makanan kering selama bulan puasa.

“Ramai terkait menu MBG kering di bulan Ramadhan, baik di media sosial maupun pemberitaan. Kami mengharapkan kepada seluruh Kepala SPPG untuk melakukan evaluasi dan perbaikan, baik terkait variasi menu, kandungan gizi, maupun kewajaran porsinya,” tegas Ahmad Supriyanto.

Ia menambahkan, pihaknya memahami kondisi saat ini di mana harga sejumlah bahan pokok dan kebutuhan dapur mengalami kenaikan. Namun demikian, menurutnya kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan turunnya kualitas program.

BACA JUGA  Pemkab Bojonegoro Dorong Pemetaan Kawasan Rawan Kekeringan dan Pengelolaan Lingkungan

“Kami sangat memahami bahwa harga komoditas sedang naik. Tetapi kualitas menu dan kandungan gizi tetap harus menjadi prioritas agar program ini tidak melenceng dari tujuannya,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret, Komisi C DPRD Bojonegoro berencana melakukan konfirmasi dan memanggil pihak SPPG untuk berdiskusi secara terbuka. Forum tersebut diharapkan menjadi ruang klarifikasi sekaligus perumusan solusi perbaikan yang terukur.

“Kami akan mengonfirmasi ke pihak SPPG dan mengundang mereka untuk berdiskusi, supaya ada perbaikan yang konkret dan bisa dipertanggungjawabkan,” jelasnya.

Tak hanya itu, DPRD juga berencana berkoordinasi dengan Ketua Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) guna memastikan penyusunan menu MBG tetap mengacu pada standar dan kaidah gizi yang tepat selama Ramadhan. Keterlibatan tenaga ahli dinilai penting agar komposisi nutrisi tetap seimbang, meskipun dikemas dalam bentuk makanan kering.

“Termasuk kami akan mengonfirmasi Ketua Persagi terkait penyusunan menu MBG, supaya benar-benar sesuai standar gizi yang dianjurkan,” pungkasnya.

Dengan adanya evaluasi lintas pihak, DPRD berharap pelaksanaan program MBG selama Ramadhan tetap berjalan optimal, transparan, serta mampu memberikan manfaat maksimal bagi para siswa penerima.*(Red)

Back to top