Program Gayatri 2026 Dikawal Ketat, Disnakkan Bojonegoro Tekankan Distribusi Sesuai SPK

Foto: Kunjungan kerja Komisi B DPRD Bojonegoro.

Wartabojonegoro, BOJONEGORO – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Bojonegoro memperkuat pengawalan pelaksanaan Program Gayatri 2026. Pengawasan dilakukan untuk memastikan distribusi bantuan berupa kandang, pakan, dan ayam berjalan sesuai ketentuan serta tepat sasaran.

Komitmen tersebut mengemuka dalam hearing Komisi B DPRD Bojonegoro bersama Disnakkan dan para penyedia Program Gayatri 2026 di Aula Disnakkan Bojonegoro, Senin, 14 September 2026.

Pertemuan menjadi bagian dari agenda kunjungan kerja dalam daerah/lapangan alat kelengkapan DPRD Bojonegoro pada September 2026. Hadir dalam forum tersebut seluruh anggota Komisi B, Kepala Disnakkan, Kepala Bidang Peternakan, serta para pemenang pengadaan kandang, pakan, dan ayam Program Gayatri.

Kepala Disnakkan Bojonegoro drh. Catur Rahayu menegaskan bahwa seluruh penyedia harus menjalankan kewajibannya secara maksimal. Distribusi diminta mengacu pada surat perjanjian kerja (SPK) sehingga pelaksanaan program memiliki dasar yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Untuk semua penyedia agar semaksimal mungkin dalam pendistribusian berdasarkan SPK,” ujar Catur.

Bagi Disnakkan, pengawalan distribusi bukan sekadar memastikan bantuan sampai kepada penerima. Pelaksanaan program juga perlu dikawal agar bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan sesuai tujuan program dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

BACA JUGA  Pemkab Bojonegoro, BPJS Kesehatan dan Kodim 0813 Bersinergi Luncurkan Desa Sehat JKN dan Penguatan KDMP

Dalam forum tersebut, Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro Sally Atyasasmi meminta Disnakkan dan penyedia memaparkan perkembangan distribusi sekaligus kendala yang dihadapi di lapangan.

“Bagaimana progres pendistribusian dan apa yang menjadi kendala di lapangan?” kata Sally.

Sekretaris Komisi B DPRD Bojonegoro Lasuri juga menyampaikan perhatian serupa. Evaluasi bersama dinilai penting agar setiap persoalan yang muncul dalam pelaksanaan Program Gayatri dapat segera ditangani.

Disnakkan menjadi salah satu pihak kunci dalam memastikan program berjalan sesuai rencana. Koordinasi dengan penyedia terus diperlukan, terutama dalam tahapan distribusi kandang, pakan, dan ayam kepada penerima manfaat.

Program Gayatri sendiri merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Bojonegoro yang diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus membantu menurunkan angka kemiskinan.

Karena itu, Disnakkan menempatkan keberhasilan program bukan hanya pada aspek penyaluran bantuan, tetapi juga pada keberlanjutan pemanfaatannya oleh masyarakat.

Melalui hearing tersebut, DPRD dan Disnakkan menyatukan langkah untuk memastikan Program Gayatri 2026 berjalan optimal. Disnakkan menegaskan komitmennya untuk mengawal pelaksanaan di lapangan, sementara para penyedia diminta memenuhi seluruh kewajiban sesuai SPK.

BACA JUGA  Pemkab Bojonegoro, Wujudkan Tata Kelola Tiga Rumah Potong Hewan Sesuai Standar Kesehatan dan Syariat

Tujuannya satu: agar program yang menggunakan anggaran publik tersebut benar-benar memberikan manfaat ekonomi dan mendukung upaya pengentasan kemiskinan di Bojonegoro. *(Red).

Back to top