News  

Pemkab Bojonegoro Gelar Bimtek Budidaya Domba di Baureno, Wabup Tekankan Bantuan Tidak Boleh Dijual

Foto: Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah saat sambutan. (Dok: Ist)

Wartabojonegoro, BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Budidaya Domba dalam rangka pengembangan kapasitas kelembagaan petani di Kecamatan Baureno. Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Kecamatan Baureno, Selasa (28/7/2026).

Bimtek dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro, anggota DPRD Bojonegoro Komisi B, serta 84 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tahap pertama program penyaluran bantuan domba tahun 2026 di Kecamatan Baureno.

Dalam program tersebut, masing-masing KPM menerima tiga ekor domba yang terdiri atas satu ekor jantan dan dua ekor betina, lengkap dengan bantuan pakan serta obat-obatan pendukung.

Anggota DPRD Bojonegoro Komisi B, Lasuri, mengingatkan para penerima agar merawat bantuan ternak dengan baik dan tidak menjualnya.

“Jangan dijual bantuan domba ini. Harapan saya, minimal domba segera bunting setelah diterima sehingga penerima dapat memperoleh penghasilan dari hasil peranakannya,” ujar Lasuri.

Ia menjelaskan, pelaksanaan Bimtek bertujuan membekali para penerima bantuan dengan pengetahuan dan keterampilan agar mampu mengelola ternak secara optimal.

BACA JUGA  Bupati Bojonegoro Lantik Kepala Sekolah dan Pejabat Fungsional, Dorong Terus Tingkatkan Kualitas Pendidikan

“Kita berterima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro karena melalui program bantuan ini diharapkan dapat membantu mengentaskan kemiskinan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro, Catur Rahayu, mengatakan bahwa Bimtek dilaksanakan setiap hari di 12 titik sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat kurang mampu.

Menurutnya, Program Domba telah berjalan sejak 2023 hingga 2026 dengan total sasaran sebanyak 6.900 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Seluruh penerima telah melalui proses verifikasi berdasarkan Data Terpadu Sosial Nasional (DTSN) dan desil sesuai kriteria yang ditetapkan.

“Program ini bertujuan memberdayakan masyarakat kurang mampu agar mampu meningkatkan perekonomian keluarga sekaligus mendukung ketersediaan daging di Kabupaten Bojonegoro,” jelas Catur.

Ia juga berharap para penerima bantuan dapat membentuk kelembagaan peternak sehingga hasil pengembangan usaha domba dapat dipasarkan secara lebih baik dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menyampaikan bahwa meski APBD Bojonegoro mengalami penurunan sekitar Rp2 triliun, pemerintah daerah tetap memprioritaskan sejumlah program strategis, terutama di bidang kesehatan, infrastruktur, pertanian, dan peternakan.

BACA JUGA  Pemkab Bojonegoro Dorong Kepesertaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Lewat Gerakan Jariyah Kehidupan

Ia mengungkapkan, mulai Juli 2026 RSUD Sosodoro telah membuka layanan kemoterapi kanker dan layanan jantung dengan dukungan peralatan kesehatan terbaik kedua di Jawa Timur. Selain itu, mulai Agustus 2026 rumah sakit tersebut juga menjalin kerja sama dengan RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo bersama dr. Terawan untuk layanan Digital Subtraction Angiography (DSA), serta menyediakan layanan terapi sel punca (stem cell).

Di sektor pertanian, Nurul Azizah menyebut Pemkab Bojonegoro telah bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam pengembangan varietas padi unggul Gamagora guna meningkatkan kemandirian petani.

Terkait Program Domba, ia menjelaskan bahwa skema bantuan tahun 2026 berbeda dibandingkan tahun sebelumnya.

“Tahun ini bantuan terdiri atas satu ekor domba jantan dan dua ekor domba betina. Bantuan ini tidak boleh dijual karena tujuannya agar masyarakat memiliki usaha peternakan yang berkembang. Jangan sampai dijual,” tegas Wakil Bupati. *(Red)

Back to top