Wartabojonegoro, BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) mencairkan klaim Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) bagi ratusan petani terdampak gagal panen di Kecamatan Kanor, Sabtu, (25/4/2026). Penyerahan dilakukan di pendopo Balai Desa Kedungprimpen Kecamatan Kanor.
Sebanyak 289 petani dari tiga desa menerima pertanggungan asuransi dengan total nilai sekitar Rp 529 juta. Klaim tersebut diberikan atas lahan terdampak seluas 86 hektare yang mengalami puso.
Penyaluran dilakukan dengan menyasar petani dari Desa Kedungprimpen, Gedongarum, dan Prigi. Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, menyerahkan bantuan secara simbolis kepada perwakilan petani.
Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati juga menampung keluhan petani terkait persoalan aliran air yang dinilai tidak lancar.
“Masalah ini tidak bisa dibiarkan berlarut karena berdampak langsung pada produktivitas pertanian,” ujarnya.
Kepala DKPP Bojonegoro, Zaenal Fanani, menjelaskan bahwa gagal panen yang terjadi di wilayah tersebut berkaitan dengan karakteristik geografis sebagai kantong air. Air dari sejumlah wilayah sekitar mengalir dan terakumulasi di Kedungprimpen dan Prigi, sehingga memicu genangan yang merusak tanaman padi.
“Wilayah ini memang menjadi titik kumpul aliran air. Ketika intensitasnya tinggi, lahan pertanian sulit diselamatkan,” kata Zaenal.
Kepala desa setempat juga menguatkan bahwa kondisi tersebut sudah lama menjadi persoalan, terutama saat musim hujan. Akibatnya, petani kerap mengalami kerugian berulang.
Sebagai tindak lanjut, pemerintah daerah akan menggelar rapat koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD). Pertemuan itu ditujukan untuk merumuskan langkah teknis penanganan, terutama terkait sistem drainase dan pengendalian aliran air.
Sementara itu, para petani penerima manfaat mengaku lega dengan pencairan AUTP. Bantuan tersebut dinilai mampu meringankan beban kerugian akibat gagal panen, meski mereka berharap solusi permanen segera direalisasikan. (Red)





