Daerah  

Kemenag Bojonegoro: 484 Pasangan Akan Menikah di Malam songo

Wartabojonegoro, BOJONEGORO – Tradisi nikah malem songo atau malam ke-29 Ramadan masih menjadi pilihan banyak pasangan calon pengantin di Kabupaten Bojonegoro untuk melangsungkan akad nikah. Malam tersebut dipercaya masyarakat membawa kebaikan dan keberkahan, sehingga kerap dipilih tanpa lagi mempertimbangkan perhitungan weton yang rumit, yang dalam istilah Jawa kerap disebut “kebo bingung”.

Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kepohbaru, Wasito, mengatakan praktik menikah pada malam songo telah lama menjadi tradisi yang hidup di tengah masyarakat. Malam itu dianggap memiliki nilai sakral, karena berada di penghujung bulan Ramadan yang diyakini penuh keberkahan.

“Ini sudah menjadi tradisi masyarakat. Malam songo dianggap sakral dan banyak pasangan memilih menikah pada malam tersebut,” kata Wasito, Rabu (11/3/2026).

Data yang dirilis Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro mencatat, sedikitnya 484 pasangan calon pengantin dijadwalkan melangsungkan akad nikah pada malam songo tahun ini.

Sebaran pasangan yang akan menikah tersebut tercatat di berbagai kecamatan melalui KUA masing-masing. Kecamatan Baureno menjadi wilayah dengan jumlah calon pengantin terbanyak, yakni 48 pasangan, disusul Kepohbaru 41 pasangan, Kanor 34 pasangan, serta Sumberejo 32 pasangan.

BACA JUGA  Ekonomi Nonmigas Bojonegoro Triwulan II 2026 Tunjukkan Kinerja Positif

Sementara itu, kecamatan lain juga mencatat jumlah pasangan yang cukup signifikan. Di antaranya Dander 30 pasangan, Ngasem 28 pasangan, Kedungadem 26 pasangan, Ngraho 25 pasangan, Kapas 22 pasangan, dan Balen 21 pasangan.

Beberapa kecamatan lainnya mencatat angka belasan pasangan, seperti Padangan 19 pasangan, Sugihwaras dan Sukosewu masing-masing 18 pasangan, Tambakrejo 16 pasangan, Trucuk 15 pasangan, serta Temayang 14 pasangan.

Adapun kecamatan dengan jumlah lebih sedikit antara lain Kalitidu dan Kasiman masing-masing 12 pasangan, Gayam 11 pasangan, Malo 9 pasangan, Purwosari 5 pasangan, Bubulan 4 pasangan, dan Margomulyo 3 pasangan. Sementara Kecamatan Kedewan tercatat 2 pasangan dan Gondang 1 pasangan.

Di sisi lain, terdapat dua kecamatan yang tidak mencatat adanya pernikahan pada malam songo tahun ini, yakni Ngambon dan Sekar.

Fenomena meningkatnya jumlah pernikahan pada malam songo menunjukkan kuatnya pengaruh tradisi di tengah masyarakat Bojonegoro. Selain diyakini membawa keberkahan, momen akhir Ramadan juga dianggap waktu yang tepat untuk memulai kehidupan rumah tangga. (Red)

Back to top